Makassar

Kapolda Sulsel Tutup Kejurnas Soft Tennis 2026, Perkuat Komitmen Pembinaan Atlet Menuju Prestasi Dunia

×

Kapolda Sulsel Tutup Kejurnas Soft Tennis 2026, Perkuat Komitmen Pembinaan Atlet Menuju Prestasi Dunia

Sebarkan artikel ini

Makassar, Lintasnews5terkini.com – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., secara resmi menutup Kejuaraan Nasional Soft Tennis Piala Kapolda Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Tenis Kodam XIV/Hasanuddin, Makassar, Minggu (1/11/2026).

Penutupan kejuaraan tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat sportivitas, dihadiri Pejabat Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., para Pejabat Utama Polda Sulsel, Ketua KONI Provinsi Sulawesi Selatan, pengurus PESTI Pusat dan Provinsi, pimpinan kontingen dari berbagai daerah, serta para atlet, pelatih, wasit dan insan olahraga soft tennis Indonesia.

Dalam sambutannya selaku Ketua Umum Persatuan Soft Tennis Indonesia (PESTI), Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak, khususnya jajaran Polda Sulawesi Selatan, yang telah memberikan dukungan dan perhatian sehingga Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel 2026 dapat terselenggara dengan baik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus PESTI, pimpinan kontingen, atlet, pelatih, wasit, sponsor, serta mitra pendukung yang telah berkontribusi menyukseskan kejuaraan nasional tersebut.

Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet, memperluas ruang kompetisi, serta menemukan bibit-bibit unggul yang berpotensi mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi, Kapolda Sulsel menyampaikan ucapan selamat sekaligus berpesan agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang disiplin dan berkesinambungan.

Sementara bagi atlet yang belum berhasil meraih kemenangan, ia berpesan agar tetap semangat, tidak berkecil hati, serta menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan.

“Seorang juara tidak lahir hanya dari kemenangan, tetapi dari proses panjang, latihan yang disiplin, kerja keras, dan kemauan untuk bangkit setiap kali mengalami kekalahan. Karena itu, jangan pernah berhenti berlatih dan teruslah berjuang meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Kapolda Sulsel.

Lebih lanjut, Kapolda Sulsel menekankan bahwa PESTI memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong perkembangan soft tennis Indonesia agar semakin maju dan mampu bersaing di tingkat dunia.

Ia mengingatkan bahwa capaian medali perunggu yang pernah diraih atlet soft tennis Indonesia pada ajang Asian Games merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dengan negara-negara kuat di cabang olahraga tersebut.

Prestasi itu, lanjutnya, harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan justru menjadi titik akhir perjuangan.

Untuk itu, diperlukan penguatan pembinaan atlet sejak usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, penyelenggaraan kompetisi secara berjenjang, serta perluasan partisipasi daerah dalam pengembangan olahraga soft tennis nasional.

“Kita ingin soft tennis tidak hanya berkembang di kota-kota besar, tetapi juga tumbuh di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Saya mengajak seluruh pengurus PESTI di daerah untuk terus bekerja, berkolaborasi, dan membangun pembinaan yang berkesinambungan demi melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengibarkan Merah Putih di panggung dunia,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel juga memberikan apresiasi kepada seluruh sponsor, mitra, dan institusi yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel 2026.

Menurutnya, sinergi antara dunia olahraga, pemerintah, institusi, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pembinaan olahraga nasional dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Kapolda Sulsel berharap Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulawesi Selatan dapat menjadi agenda kompetisi yang berkesinambungan, tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan atlet-atlet unggulan sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah.

“Saya berharap kejuaraan ini menjadi tradisi kompetisi yang terus berlanjut, melahirkan atlet-atlet unggulan, serta memperkuat persaudaraan antarinsan olahraga di seluruh Indonesia. Mari kita bersama-sama membangun soft tennis Indonesia agar semakin maju, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” tutupnya.

Melalui penyelenggaraan Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel 2026, Polda Sulawesi Selatan bersama PESTI dan seluruh pemangku kepentingan olahraga menunjukkan komitmen untuk mendukung pembinaan generasi muda, memperkuat semangat sportivitas, serta mendorong lahirnya prestasi olahraga nasional sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta