Lintas news5 terkini.com | Kab.Pangkep – dikenal sebagai daerah penghasil Bandeng dan Udang terbesar yang ada di Sulawesi Selatan. Salah satu daerah penyokongnya adalah Desa Bonto Manai yang berada di Kec. Labbakkang. 90% masyarakat didesa Bonto Manai bekerja sebagai petani tambak.
Setelah mahasiswa KKN Unhas melakukan observasi ditemukan fakta bahwa metode pengelolaan tambak yang digunakan masih sangat konvensional. Sehingga mahasiswa KKN 108 Unhas posko Desa Bonto Manai berinisiatif untuk mengadakan solisalisasi dan diskusi pengembangan Tambak Millenial.
Mahasiswa KKN Unhas juga berkolaborasi dengan sejumlah stake holder untuk memberikan penjelasan secara lebih terperinci kepada Masyarakat, diantaranya platform tambakmi.id, Dinas Kelautan dan Perikanan, juga Penyuluh Perikanan Desa Bonto Manai.
Hasil diskusinya berhasil memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bahkan terdapat ketua kelompok budidaya yang siap untuk memberikan lahannya sebagai lokasi uji coba penerapan teknologi tambak 4.0 tersebut. Kepala Desa Bonto Manai, H. Erwin, SH juga memberikan dukungan penuh untuk pengembangan teknologi ini.
Penanggung Jawab Kegiatan, Mayang Azkiah berharap semoga melalui program Pengenalan dan diskusi ini dapat membuka pemikiran petambak tradisional agar dapat beralih kepada teknologi terbaru agar proses pengolahan tambak menjadi lebih mudah dan generasi muda dapat melanjutkannya. (*)
Langsung ke konten























