Nasional

Mendikdasmen Ajak Lulusan Perguruan Tinggi Berkontribusi Atasi Kesenjangan Pendidikan

×

Mendikdasmen Ajak Lulusan Perguruan Tinggi Berkontribusi Atasi Kesenjangan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, Lintasnews5terkini.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak para lulusan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) untuk berkontribusi mengatasi kesenjangan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ajakan tersebut disampaikan pada Wisuda Sarjana UCY, di Yogyakarta, Sabtu (31/10/26).

Abdul Mu’ti mengatakan, kesenjangan mutu pendidikan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Indonesia.

Berdasarkan kunjungannya ke hampir seluruh provinsi selama menjabat sebagai Mendikdasmen, ia melihat secara langsung kondisi pendidikan yang belum merata di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah, saya melihat langsung bagaimana pendidikan di berbagai wilayah di Indonesia dan memang kesenjangan itu masih ada,” ungkapnya.

Menurutnya, para sarjana memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menekankan bahwa ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Karena itu maka sebagai sarjana, saudara-saudara memiliki tugas kebangsaan yang sangat mulia untuk bersama-sama dengan kami, bersama-sama dengan seluruh kekuatan bangsa Indonesia berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Salah satu bentuk kontribusi yang ditawarkan Kemendikdasmen adalah kesempatan bagi para lulusan untuk menjadi relawan pendidikan maupun guru yang membantu memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah 3T. Ia juga menyampaikan peluang tes CPNS Guru pada 2027 dengan sekurang-kurangnya 170 ribu formasi yang akan ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia. “Yang sangat menarik tentu saja jika kalian berminat adalah yang kami tawarkan untuk menjadi bagian dari relawan-relawan pendidikan yang mengajar di daerah-daerah yang terpencil dan kemudian menjadi bagian dari pionir, bagian dari pelopor yang berkhidmat secara nyata mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UCY Hery Kristiyanto turut menyoroti ketimpangan akses pendidikan dan pembangunan antardaerah, terutama di wilayah timur Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan bangsa yang perlu mendapat perhatian para lulusan ketika memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

Hery mengingatkan bahwa bangsa tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki kecerdasan, tetapi juga integritas dan kesediaan untuk mengabdikan ilmu bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran sarjana dalam membantu mengatasi kesenjangan antardaerah.

“Kita juga masih berkulit dengan ketimpangan akses pendidikan dan pembangunan antardaerah, terutama di wilayah timur Indonesia. Sarjana yang baik adalah sarjana yang mau mengabdikan ilmunya di manapun ia ditempatkan,” ujar Hery. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta