MAKASSAR, Lintasnews5terkini.com — Pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Barawaja, Kota Makassar, menuai perhatian dari berbagai pihak. Penertiban yang dilakukan pemerintah tersebut dinilai perlu dibarengi dengan solusi nyata bagi para pedagang yang terdampak.
Ketua DPP Srikandi Laskar Garuda Indonesia Bersatu (LGI Bersatu), Hj. Siti Musdalifah atau yang akrab disapa Ibu Diva, mempertanyakan nasib para PKL setelah lapak mereka dibongkar.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada penertiban semata, tetapi juga harus memikirkan keberlangsungan hidup masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari berdagang di lokasi tersebut.
“Bagaimana nasib mereka ke depannya? Jangan sampai setelah dibongkar, para pedagang kehilangan mata pencaharian tanpa ada solusi atau tempat relokasi yang jelas,” ujar Ibu Diva saat dimintai tanggapannya, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai para PKL merupakan bagian dari masyarakat kecil yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Karena itu, pendekatan humanis dan dialog dinilai penting sebelum tindakan pembongkaran dilakukan.
Selain itu, Ibu Diva juga berharap Pemerintah Kota Makassar dapat menghadirkan solusi yang adil, seperti menyediakan lokasi relokasi yang layak dan strategis agar para pedagang tetap bisa menjalankan usahanya.
“Penataan kota memang penting, tetapi pemerintah juga harus memperhatikan sisi kemanusiaan. Jangan sampai rakyat kecil menjadi korban tanpa kepastian,” tambahnya.
Pembongkaran lapak PKL di kawasan Barawaja sendiri disebut sebagai bagian dari upaya penataan wilayah dan penertiban penggunaan fasilitas umum. Namun hingga kini, sejumlah pedagang mengaku masih bingung terkait tempat berjualan mereka selanjutnya.
(Andi Agung).

























