Nasional

Budaya & Adat Papua Jadi Bahan Ajar Bagi Anak-anak di Manokwari

×

Budaya & Adat Papua Jadi Bahan Ajar Bagi Anak-anak di Manokwari

Sebarkan artikel ini

Manokwari, Lintasnews5terkini.com — Kearifan lokal, budaya dan adat Papua yang kaya, kini menjadi bagian dari bahan ajar bagi para siswa di Manokwari, dengan metode pembelajaran partisipatif. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) merancang modul belajar agar para siswa lebih mudah memahami pelajaran melalui hal-hal yang akrab dengan kehidupan mereka, seperti lingkungan tempat tinggal, kebiasaan keluarga, permainan tradisional, dan cerita rakyat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Parjiyanti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik upaya tersebut. Menurutnya, kemajuan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal.

“Saya percaya Tim Ekspedisi Patriot juga bersama-sama bekerja dengan kita untuk menghasilkan satu modul ajar yang nantinya menjadi pedoman dan praktik baik yang bisa kita ambil. Kearifan lokal ini akan mendorong kita untuk maju. Perkembangan zaman bukan mendorong kita untuk melupakan kearifan lokal, tetapi keduanya berjalan seiring,” ujar Parjiyanti pada (29/9/2026).

Ia berharap pendekatan tersebut turut membentuk generasi Manokwari yang cerdas dan berkarakter, tanpa melupakan nilai-nilai budaya daerahnya. Penyusunan modul berangkat dari kebutuhan sekolah, termasuk perbedaan kemampuan membaca siswa dan keterbatasan bahan ajar.

Koordinator Tim 7 TEP Unair, Imam Gazi, menjelaskan materi dirancang dengan mempertimbangkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

“Materi disusun dekat dengan realitas kehidupan murid untuk menjawab ketimpangan lliterasilintas fase dan keterbatasan buku ajar,” kata Imam pada (29/9/2026).

Materi modul mengangkat berbagai unsur kehidupan masyarakat setempat, mulai dari bahasa, cerita rakyat, permainan tradisional, pengetahuan lokal, kesenian, hingga adat dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, aktivitas keluarga di kebun atau makanan yang dikenal anak dapat menjadi titik awal untuk mengenalkan konsep pelajaran di sekolah.

Penyusunan modul juga melibatkan tenaga pendidik dan pemangku kepentingan melalui diskusi kelompok pada 29 September 2026. Masukan dari para peserta menjadi bahan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik siswa.

Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan berkualitas. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa.

“Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil,” ujar Prabowo dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional pada (2/5/2025).

Di Papua, perhatian terhadap akses dan kualitas pendidikan juga menjadi bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan. disampaikan pada Kunjungan AHY ke Sekolah Rakyat di Kota Jayapura

“Pendidikan itu sangat mendasar. Ketika keluarga kurang mampu tidak memiliki kapasitas untuk menyekolahkan putra-putrinya, maka negara harus hadir, pemerintah hadir,” kata Menko AHY pada (18/09/2026).

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan bahwa keberhasilan Tim Ekspedisi Patriot harus dilihat dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah seberapa besar dampak yang dihasilkan. Ukurannya bukan berapa banyak peserta yang kita kirim, tetapi perubahan nyata yang kita tinggalkan bagi masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers pada (12/8/2026).

Tahap berikutnya, TEP Unair berencana menguji penggunaan modul dalam pembelajaran. Tim akan mengamati perkembangan kemampuan siswa dan menghimpun masukan guru sebagai bahan penyempurnaan.

Melalui penyusunan dan pengujian modul ini, TEP Unair berharap dapat mendukung pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak serta memperkuat kemampuan literasi di kawasan transmigrasi Prafi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jurnalis media online Lintasnews5terkini.com, dalam melaksanakan tugasnya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA), dari Redaksi, serta namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari media online lintasnews5terkini.com. namun tidak bisa menunjukkan KTA dan Surat Tugas yang ditanda tangani oleh Pimpinan Umum/Redaksi dan namanya tidak tercantum di Box Redaksi. Segera Laporkan Ke Pihak Berwajib Kepolisian.atau diminta untuk segera menghubungi Redaksi Pelaksana telp/whattshap 085242507911 PERINGATAN Wartawan media online lintasnews5terkini.com, dilarang keras menyalahgunakan KTA dan serta tanggung jawab yang diberikan kepadanya dan meminta atau menerima pemberian (imbalan) yang bisa merusak Profesi Wartawan yang diatur dalam Peraturan dan Perundang-Undangan Republik Indonesia serta harus mematuhi UU Nomor 40/1999 tentang PERS dan KODE ETIK JURNALIS Semua isi materi berita dan semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan liputan menjadi tanggungjawab pribadi wartawan/pewarta