Jakarta, Lintasnews5terkini.com – Pogram prioritas Pemerintah saat ini yaitu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai sangat penting untuk menggenjot pembangunan desa.
“Kami sangat berkepentingan besar agar program Kopdes Merah Putih ini sukses karena menggunakan Dana Desa,” kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat menjadi pembicara pada Agri Food Forum 2026 di Menara Bank Mega, Senin (19/10/2026).
Mendes Yandri memastikan jika Pemerintah tidak pernah memotong Dana Desa tapi dialihkan penggunaannya untuk program Kopdes Merah Putih karena warga desa yang paling merasakan manfaatnya.
Barang bersubsidi seperti pupuk atau bahan pokok lainnya bisa didapatkan warga desa di Kopdes Merah Putih Selain itu, menjadi Kopdes juga berperan Offtaker produksi warga desa.
Desa juga nanti bakal miliki aset berupa gerai dan gedung, truk logistik, mobil operasional hingga sepeda motor.
“Kopdes menjadi andalan kita untuk menggerakkan ekonomi di desa termasuk isu pangan,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Mendes Yandri memastikan jika keberadaan Kopdes Merah Putih tidak akan tumpang tindih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa)
Unit Bisnis BUMDesa tidak beririsan dengan Kopdes Merah Putih. Hingga saat ini sejumlah BUMDesa telah ekspor langsung ke luar negeri seperti Desa Temon yang ekspor Gula Aren ke Belanda dan Australia atau Desa Kertasana yang ekspor Ikan Mas Koki ke Kanada dan Prancis.
“Ini memotong rantai distribusi hingga harga terjaga. Kami menyiapkan 49 Negara Tujuan Ekspor,” kata Mendes Yandri.
Selain itu, ada BUMDesa yang mengelola Desa Wisata dengan pendapatan miliaran rupiah.
Selain itu, Mendes Yandri menuturkan jika hampir 70 persen penduduk di Indonesia itu berdiam di desa yang jumlahnya mencapai 75.266. Hampir semua potensi itu berada di desa.
“Desa juga memiliki persoalan seperti kemiskinan dan lainnya,” kata Mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini.
Saat masih ada ribuan Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal. Untuk itu, Kemendes PDT menyusun 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia yang merupakan turun dari Asta Cita ke-6 yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.
Untuk menggenjot pembangunan 75.266 Desa itu, Kemendes PDT kemudian menggandeng sejumlah pihak untuk lakukan program yang terintegrasi.
“Saat ini kami gencarkan Kolaborasi Octahelix yang melibatkan Pemerintah hingga Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa,” kata Menteri asal Bengkulu Selatan ini.
Saat ini, Kemendes PDT juga miliki program Desa Tematik yang terfokus kepada Pangan.
Desa Ekspor yang putaran ekonominya hingga Rp1 Triliun. Untuk menggenjotnya, Kemendes kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian agar produk desa penuhi standar kualitas ekspor
Mendes Yandri meyakini jika pembangunan desa bisa berjalan dengan sukses jika kolaborasi Octahelix ini maksimal dilakukan karena membangun desa memang harus dilakukan bersama.
“Kami meyakini jika sukses bangun desa maka kita bisa sukses bangun Indonesia,” kata Mendes Yandri.
Turut menjadi pembicara Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa, Dirut Bulog Ahmad Rizal, Dirut PTPN III Denaldy Mulino, dan Dirut Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi.
Turut hadir dampingi Mendes Yandri, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, Dirjen Pengembangan Desa dan Perdesaan Nugroho Setijo Nagoro, Kepala Pengembangan Informasi Mulyadin Malik, dan Kepala Badan Pengembangan SDM Agustomi Masik. (*)

























