Gowa, Lintasnews5terkini.com – Dua siswi SMKN 1 Gowa berinisial NF (perekam) dan RA (pelaku) resmi dikeluarkan dari sekolah setelah aksi mereka yang terekam mengacungkan jari tengah ke arah guru menjadi viral di media sosial. Keputusan tersebut menuai sorotan karena disebut tidak mendapat restu dari Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel).
Video berdurasi singkat yang memperlihatkan RA mengacungkan jari tengah di dalam kelas tersebar luas di Instagram dan memicu kecaman publik. Aksi itu dilakukan di hadapan siswa lain dan direkam langsung oleh NF.
Pihak sekolah bergerak cepat. Dalam pertemuan bersama orang tua, guru BK, dan pihak komite, kedua siswi membacakan surat permohonan maaf dan menyatakan kesediaan untuk dikeluarkan. Proses klarifikasi itu bahkan dibagikan ke media sosial oleh pihak sekolah.
Namun, Disdik Sulsel menyayangkan keputusan sepihak tersebut. Kepala Bidang SMK Disdik Sulsel, Hery Sumiharto, mengungkapkan pihak sekolah tidak pernah berkoordinasi sebelum menjatuhkan sanksi.
“Iya, terkait dikeluarkannya siswa ini (tanpa koordinasi). Sekolah belum memberi laporan ke saya,” ujar Hery, Jumat (1/8/2025).
Menurut Hery, keputusan yang menyangkut masa depan pendidikan siswa seharusnya dikonsultasikan terlebih dahulu. Ia menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini dengan pihak sekolah.
Sorotan juga datang dari Koordinator Divisi Pendidikan, Litbang dan SDM LSM PERAK Indonesia, Abd. Malik Al Ansyari, S.Pd. Ia menilai tindakan pihak sekolah terlalu tergesa-gesa dan mengabaikan status kedua siswi yang masih di bawah umur.
“Kita sesalkan perilaku kedua siswi tersebut, namun kita jangan mengesampingkan bahwa mereka masih butuh bimbingan,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Malik menegaskan sekolah juga memiliki tanggung jawab atas terjadinya insiden itu, sehingga pendekatan persuasif, teguran, dan pembinaan seharusnya didahulukan.
Ia bahkan mengingatkan risiko putus sekolah jika siswi tersebut tidak diarahkan ke sekolah lain.
“Jangan sampai dikeluarkan dan mereka lantas putus sekolah. Itu bisa menghancurkan masa depan mereka,” tegasnya.
LSM PERAK Indonesia juga mendesak Disdik Sulsel mengambil sikap tegas, termasuk memberikan sanksi kepada pihak sekolah yang dinilai tidak menghargai otoritas di atasnya.
“Kami minta Disdik Sulsel ajari Kepseknya tertib dan disiplin. Kalau siswa tidak tertib, ya karena cerminan Kepseknya juga. Bahkan, kami minta Kepsek dicopot biar impas,” kata Malik.
(*).





















